Archive

Author Archive

Indonesia, Negara Kaya Bahasa

June 2nd, 2009

balaibahasabandung.web.id

Sejak dulu, Indonesia sudah terkenal dengan negara maritim, negara hukum,negara khatulistiwa, dan banyak istilah lainnya yang menggambarkan ketangguhan, kebiasaan, atau kondisi geografis dari Indonesia sendiri. Tapi, Indonesia adalah negara kaya bahasa, mungkin baru kali ini kita mendengarnya. Ya, begitulah penulis katakan.

Indonesia negeri yang sangat kaya akan budaya. Budaya yang berbeda antar daerah di Indonesia, juga menghasilkan bahasa yang berbeda pula. Seperti yang dituliskan dalam harian kompas pada Rabu, 27 Mei 2009, yang menyatakan Indonesia diyakini memiliki 746 bahasa di seluruh wilayah tanah air. Sekitar 442 bahasa yang sudah dipetakan oleh Pusat Bahasa Depdiknas saja, berasal dari 2185 daerah. Perbandingan dengan Malaysia dan Filipina, Indonesia jauh mengungguli. Sebanyak 147 jenis bahasa sudah ditemukan dan terpetakan di Filipina, sementara Malaysia ditemukan sekitar 113 jenis bahasa.

Jenis bahasa yang banyak, dan sangat disayangkan apabila beratus jenis bahasa tersebut hilang ditelan zaman. Sejauh ini para peneliti di pusat bahasa menyatakan bahasa daerah yang punah, disebabkan karena minimnya penutur. Langkah yang bagus dan strategis untuk diadakanya sebuah peta bahasa daerah Indonesia, serta kamus berbagai jenis bahasa daerah. Sehingga, meskipun penuturnya bertambah sedikit minimal jenis kosa kata dari bahasa daerah tersebut tersimpan dan menjadi barang warisan budaya yang sangat berharga. Tidak hanya itu, generasi muda selanjutnya akan dapat mengetahui dan mempelajarinya dari berbagai jenis bahasa tersebut, dan bisa saja setelah itu berbagai jenis bahasa yang mulai punah atau sudah punah kembali hadir ditengah zaman modern saat ini.

riky bahasa

Gunakan bahasa Indonesia 100 % ya !!!

May 10th, 2009

balaibahasabandung.web.id
Tidak hanya pelajar, masyarakat, akademisi, pejabat daerah dan negara pun masih setengah-setengah dalam penuturan bahasa Indonesia di negeri sendiri. Sering kali kita mendengarkan kata-kata kompetensi, kapabilitas, akseptabilitas, loyalitas, dan kata serapan dari bahasa Inggris lainnya dalam komunikasi sehari-hari. Bagaimana bahasa negeri ini mau besar, jika penuturnya saja tidak teguh dalam penuturan bahasa ibunya.

Kata-kata serapan dari bahasa Inggris, banyak digunakan dibandingkan dengan bahasa asli Indonesia. Memang tampak bagus, gaul, tetapi ini merupakan kecendrungan kemalasan dalam berbahasa.

Kita mengakui bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa yang masih berkembang. Meskipun begitu, pemakaian bahasa Indonesia haruslah dibiasakan penggunaannya secara menyeluruh.

Lebih baik adanya kata kapabilitas kita ganti dengan kebisaan, akseptabilitas diganti pemakaiannya dengan kecocokan, kompetensi diganti dengan kemampuan, dan kesetiaan bukan loyalitas.

Sangat diharapkan ketika sedang berbahasa Indonesia, maka gunakan bahasa Indonesia yang seutuhnya. Begitu juga sebaliknya ketika berbahasa Inggris, gunakan bahasa Inggris yang seutuhnya. Masih banyak kosa kata asli Indonesia yang harus kita teguhkan penuturannya di dalam komunikasi masyarakat Indonesia sehari-hari.

Disarikan dari ” Usul untuk SBY ” tulisan Ulil Absar Abdalla

riky bahasa ,

Jika Bukan Kita, Siapa Lagi?

April 13th, 2009

balaibahasabandung.web.id
Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang sedang berkembang. Kosakata yang di punyai masih banyak menyerap dari kosakata bahasa asing. Penutur bahasa Indonesia sendiri, masih setengah-setengah dalam pengaplikasian bahasa ini. Perlu proses yang panjang untuk memantapkan pemakaian bahasa Indonesia yang benar pada penuturnya.

Melihat realitas sehari-hari dalam penggunaan bahasa Indonesia, yang masih perlu dibetulkan. Pusat Bahasa, akademisi, serta praktisi bahasa perlu untuk lebih banyak melakukan sosialisasi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Salah satu cara yang dilakukan oleh pengamat bahasa Mertanus dan Budi adalah melakukan pembenaran dari kekurang tepatan pemakaian bahasa, dengan menuliskan di blog mereka sendiri.

Semoga ke depan bahasa Indonesia menjadi bahasa di negeri sendiri. Sosialisasi perlu digencarkan, semangat membara harus selalu dikobarkan untuk lakukan pembenaran. Termasuk dalam blog ini, jika ada yang kurang tepat mohon masukannya.

riky bahasa

Apapun Bidangnya, Bahasa Jangan Dilupakan

April 13th, 2009

Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL), merupakan suatu keharusan untuk di buat setelah mahasiswa melaksanakan PKL. Laporan yang formatnya sudah ditentukan oleh Fakultas Teknologi Pertanian UNAND. Sebuah syarat pelengkap untuk mendapatkan nilai dengan bobot 4 sks.

Masing-masing mahasiswa dalam pelaksanaan PKL diberikan satu dosen Pembimbing. Tugasnya adalah mengevaluasi kegiatan mahasiswa selama PKL, apa yang sudah mereka dapatkan, membantu untuk mendapatkan bahan penelitian dari kegiatan selama PKL, membantu penyusunan laporan PKL, dan terakhir menguji mahasiswa.

Pembimbing yang disediakan oleh jurusanku Teknik Pertanian adalah dosen perempuan. Kebetulan dosen tersebut sangat sulit ditemukan di kampus. Beliau mengajar hanya pada awal kuliah sampai ujian MID, dan ketemu lagi dengan mahasiswanya pada awal semester berikutnya. Jadi sudah terbayang, kondisinya seperti itu.

Laporan PKL dan ujiannya dikumpulkan paling lambat bulan desember 2008. Sementara pembimbingku tersebut tidak berada di Padang, kebetulan beliau lagi sakit, dan tidak mengajar pada awal semester. Jika ingin bertemu dengan beliau, maka aku harus menunggu samapai semester genap di mulai. Waw…… itu sekitar awal maret 2009, gimana tuh ?

Tanpa pikir panjang awal Desember 2009, Laporan PKL ku selesaikan. Sehari setelah itu,
Ketua Program Studi Teknik Pertanian ku temui dan di jelaskan ke beliau, seperti ini Pak kondisi saya saat ini. Beliau memang dosen yang paling baik, beliau langsung mengatakan, ” ya…tidak apa-apa, tukar saja nama pembimbingnya dengan saya Prof. Dr. Ir, Santosa, MP , ” sembari satu berkas laporan PKL di serahkan. ” Besok siang jemput bahan saudara ini, di meja saya ya….. ” sahut beliau setelah itu. OK…pak lanjutku, ” wah…kalau gini semua dosen kan enak, ” sambungku dalam hati.

Keesokan harinya, seperti janji beliau , laporan PKL ku sudah terletak di meja Pak Santos, begitu panggilan akrap mahasiswa. Laporan yang kuserahkan sehari sebelumnya, ternyata penuh coretan pensil. Wah keren…….sambutku. Biasanya setiap ada kesalahan apa pun dalam tugasku, menyesal, kesal, dan marah selalu terjadi. Tapi, kali ini tidak begitu adanya. Hati sangat senang, ilmu penulisan yang banyak ku dapati. Betapa tidak, setiap kesalahan dalam penulisan, kalimat yang tidak tepat, beliau coret dan ganti dengan kosakata yang sesuai. Ini lah sebuah bukti perhatian yang sangat terhadap mahasiswa.

Laporan yang penuh coretan tersebut kuteliti lagi di rumah, memang penulisannya banyak yang salah. ” Oh……begini ya, seharusnya, ” kalimat yang sering ku lontarkan ketika menemukan perbaikan atas kesalahan tulisanku. ” Teliti benar Pak Santos ini ”, tambahku lagi. Dia lah dosen di PS (Program Studi) ku yang paling menguasai aturan bahasa.

Hal senada diakui oleh dosen lainnya. Seperti dosen baru di PS kami yang background-nya Bahasa Inggris. Beliau mengatakan, ” dialah dosen yang bagus, menguasai bidangnya dan kuasai juga ilmu penulisan. ” Jarang loh, ada dosen yang seperti itu, lanjut beliau. Jadi, apa pun bidangnya yang kita geluti, terutama yang berprofesi sebagai akademisi, juga harus menguasai ilmu bahasa, terutama dalam hal penulisan.

riky bahasa

Ayo…Jangan Golput

March 18th, 2009

PEMILU di depan mata. Banyak caleg, banyak parpol, sistem baru, dan anggaran untuk PEMILU 2009 yang waw……luar biasa banyaknya. Jadi jangan siakan kesempatan, gunakan hak pilih dengan bijaksana. agar minimal 5 tahun mendatang warga Indonesia dapat berkeadilan dan sejahtera, sehingga tercipta masyarakat madani.

riky Uncategorized

Hello world!

March 18th, 2009

Welcome to Myblogrepublika.com Blogs. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

riky Uncategorized