Archive

Archive for April 13th, 2009

Jika Bukan Kita, Siapa Lagi?

April 13th, 2009

balaibahasabandung.web.id
Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang sedang berkembang. Kosakata yang di punyai masih banyak menyerap dari kosakata bahasa asing. Penutur bahasa Indonesia sendiri, masih setengah-setengah dalam pengaplikasian bahasa ini. Perlu proses yang panjang untuk memantapkan pemakaian bahasa Indonesia yang benar pada penuturnya.

Melihat realitas sehari-hari dalam penggunaan bahasa Indonesia, yang masih perlu dibetulkan. Pusat Bahasa, akademisi, serta praktisi bahasa perlu untuk lebih banyak melakukan sosialisasi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Salah satu cara yang dilakukan oleh pengamat bahasa Mertanus dan Budi adalah melakukan pembenaran dari kekurang tepatan pemakaian bahasa, dengan menuliskan di blog mereka sendiri.

Semoga ke depan bahasa Indonesia menjadi bahasa di negeri sendiri. Sosialisasi perlu digencarkan, semangat membara harus selalu dikobarkan untuk lakukan pembenaran. Termasuk dalam blog ini, jika ada yang kurang tepat mohon masukannya.

riky bahasa

Apapun Bidangnya, Bahasa Jangan Dilupakan

April 13th, 2009

Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL), merupakan suatu keharusan untuk di buat setelah mahasiswa melaksanakan PKL. Laporan yang formatnya sudah ditentukan oleh Fakultas Teknologi Pertanian UNAND. Sebuah syarat pelengkap untuk mendapatkan nilai dengan bobot 4 sks.

Masing-masing mahasiswa dalam pelaksanaan PKL diberikan satu dosen Pembimbing. Tugasnya adalah mengevaluasi kegiatan mahasiswa selama PKL, apa yang sudah mereka dapatkan, membantu untuk mendapatkan bahan penelitian dari kegiatan selama PKL, membantu penyusunan laporan PKL, dan terakhir menguji mahasiswa.

Pembimbing yang disediakan oleh jurusanku Teknik Pertanian adalah dosen perempuan. Kebetulan dosen tersebut sangat sulit ditemukan di kampus. Beliau mengajar hanya pada awal kuliah sampai ujian MID, dan ketemu lagi dengan mahasiswanya pada awal semester berikutnya. Jadi sudah terbayang, kondisinya seperti itu.

Laporan PKL dan ujiannya dikumpulkan paling lambat bulan desember 2008. Sementara pembimbingku tersebut tidak berada di Padang, kebetulan beliau lagi sakit, dan tidak mengajar pada awal semester. Jika ingin bertemu dengan beliau, maka aku harus menunggu samapai semester genap di mulai. Waw…… itu sekitar awal maret 2009, gimana tuh ?

Tanpa pikir panjang awal Desember 2009, Laporan PKL ku selesaikan. Sehari setelah itu,
Ketua Program Studi Teknik Pertanian ku temui dan di jelaskan ke beliau, seperti ini Pak kondisi saya saat ini. Beliau memang dosen yang paling baik, beliau langsung mengatakan, ” ya…tidak apa-apa, tukar saja nama pembimbingnya dengan saya Prof. Dr. Ir, Santosa, MP , ” sembari satu berkas laporan PKL di serahkan. ” Besok siang jemput bahan saudara ini, di meja saya ya….. ” sahut beliau setelah itu. OK…pak lanjutku, ” wah…kalau gini semua dosen kan enak, ” sambungku dalam hati.

Keesokan harinya, seperti janji beliau , laporan PKL ku sudah terletak di meja Pak Santos, begitu panggilan akrap mahasiswa. Laporan yang kuserahkan sehari sebelumnya, ternyata penuh coretan pensil. Wah keren…….sambutku. Biasanya setiap ada kesalahan apa pun dalam tugasku, menyesal, kesal, dan marah selalu terjadi. Tapi, kali ini tidak begitu adanya. Hati sangat senang, ilmu penulisan yang banyak ku dapati. Betapa tidak, setiap kesalahan dalam penulisan, kalimat yang tidak tepat, beliau coret dan ganti dengan kosakata yang sesuai. Ini lah sebuah bukti perhatian yang sangat terhadap mahasiswa.

Laporan yang penuh coretan tersebut kuteliti lagi di rumah, memang penulisannya banyak yang salah. ” Oh……begini ya, seharusnya, ” kalimat yang sering ku lontarkan ketika menemukan perbaikan atas kesalahan tulisanku. ” Teliti benar Pak Santos ini ”, tambahku lagi. Dia lah dosen di PS (Program Studi) ku yang paling menguasai aturan bahasa.

Hal senada diakui oleh dosen lainnya. Seperti dosen baru di PS kami yang background-nya Bahasa Inggris. Beliau mengatakan, ” dialah dosen yang bagus, menguasai bidangnya dan kuasai juga ilmu penulisan. ” Jarang loh, ada dosen yang seperti itu, lanjut beliau. Jadi, apa pun bidangnya yang kita geluti, terutama yang berprofesi sebagai akademisi, juga harus menguasai ilmu bahasa, terutama dalam hal penulisan.

riky bahasa